Distributor Jual Fitting Pipa Valve Flange Pipa Jakarta

Telepon: 021-22687714

WhatsApp: 0813 8499 9594

Inilah Penjelasan Fitter Stainless Steel Pipe Welding

cara-pengelasan-pipa-stainless-steel

Pengelasan Pipa Stainless Steel – Material Stainless Steel untuk pipa memang bagus karena pipa bahan ini tak mudah karatan dan punya tampilan yang menarik. Tapi sayangnya, proses pengelasan pada pipa terbilang cukup sulit.

Ada teknik yang namanya teknik stainless steel pipe welding khusus yang harus Anda tahu pada proses pengelasannya. Untuk lebih mendalami teknik atau proses pipe welding khusus untuk stainless steel, Anda harus menyimak ulasan kami dibawah ini.

cara-pengelasan-pipa-stainless-steel

Kenapa Sulit untuk Welding Pipa Stainless Steel?

Tantangan saat proses pipe welding SS adalah menjaga tampilan pipanya. Welding pipa besi ini harus sesuai suhu dan tekniknya. Jika suhu welding sangat panas, material stainless steel biasanya akan warping. Penyebabnya permukaan pipa bisa memuai menjadikan bentuknya lebih lunak dan gampang bengkok.

Suhu yang sangat tinggi dapat merusak kadar logam stainlessnya atau juga dapat mengelupas lapisan cermin SS. Tanpa adanya teknik dan pemilihan waktu yang tepat, fitter bisa membuat kesalahan fatal pada permukaan. Permukaan yang rusak dapat menjadi sumber karat dan tampilan pipa juga tak lagi menarik.

Kedua faktor diatas memang membuat proses welding terasa sulit. Sampai sekarang tak banyak orang berani melakukan otodidak welding stainless steel tanpa pelatihan dan pengalaman. Karena sebagai profesi welder yang punya banyak pengalaman saja akan ada rasa ragu apalagi peralatan yang tersedia tak mendukung.

Baca juga : Begini Penampakan Penggunaan Fitting Pipa dan Flange Pipa

Tipe Welding yang Cocok untuk Pipa Stainless?

Anda harus memilih jenis kawat las, tipe teknik welding yang pas untuk melakukan welding pipa stainless. Biasanya teknik pengelasan yang digunakan seperti Gas Tungsten Arc Welding (TIG), Stick Welding (SMAW), FCAW atau MIG-MAG.

Dalam memilih teknik yang pas, Anda harus bisa mempertimbangkan kemampuan (sertifikasi) welder, bentuk tampilan pipa yang dimau, ketebalan pipa stainless yang akan dikerjakan, batas pengerjaan, biaya dan peralatan yang ada.

Teknik las argon atau TIG merupakan pilihan yang terbaik untuk memaksimalkan tampilan pipa. Walaupun proses welding teknik ini perlu keahlian khusus, memakan waktu dan proses yang lebih sulit.

Untuk ukuran pipa besar diatas 6 inch, teknik yang biasa dipakai adalah teknik FCAW atau MIG lebih diutamakan. Tapi kelemahan teknik adalah tampilan pipa tak sebagus teknis las TIG. Untuk ukuran pipa ini memang harus dikombinasikan teknik TIG dan SMAW.

Untuk teknik pipe welding lain seperti FCAW dan MIG biasanya digunakan untuk pipa berukuran besar, berkisar di atas 6 inch. Tetapi tampilan teknik las ini tak sebagus las TIG. Untuk pipa ukuran tersebut lebih diutamakan pengelasan kombinasi TIG dan SMAW.

pipe welding

Welding Pipa Stainless Apakah Menyebabkan Pipa Berkarat?

Selama mengikuti prosedur yang tepat dan dalam keadaan normal, pengelasan pipa stainless steel tak akan menyebabkan pipa berkarat. Tapi biasanya untuk pipa sanitary stainless steel dapat berkarat kalau permukaan chrome-nya mengelupas atau rusak. Yang penting lapisan chromiumoxide tak tersentuh, pipa tidak akan bermasalah kalaupun misal ada panas tinggi dalam proses welding.

Guna mengindari masalah terkelupas lapisan chrome, terlebih dahulu lakukan persiapan yang matang. Pastikan juga treatment pada pipa stainless agar tak mudah terkelupas. Saat proses pengerjaan mengelas, hati-hati saat mengatur panasnya.

Beberapa Tips untuk melakukan Welding Pipa Stainless

Tak lengkap rasanya tidak memberikan tips untuk welding pada pipa stainless steel yang paling biasa digunakan :

1. Purging atau Infus

Saat pelaksanaan pengelasan biasanya kedua ujung pipa dikasi busa dan disolatip rapat hingga tak berpori. Selanjutnya dimasukkan selang yang diberi gas argon (Nitrogen) hingga dipastikan gas oksigen yang masih didalam pipa keluar. Saat pengelasan, gas argon agar tetap dialirkan dengan kecepatan perlahan-lahan agar tak terjadi turbulences.

Fungsi utama dari purging atau infus ini yaitu untuk mempertahankan sifat tahan korosi material dari pengaruh panas saat proses welding.

Seperti kita tahu bahwa saat pengelasan terjadi pemanasan bisa mengubah sifat dari material. Pengelasan pada pipa stainless steel dapat terjadi kondisi oxidasi jika lingkungan di sekitar ada kandungan oksigen dimana H2O menjadi H2 dan O2. Kondisi seperti inilah yang harus dihindari Anda.

2. Gunakanlah Brass Clamp

Gunakanlah alat penjepit berbahan tembaga ataupun kuningan. Anda dapat menjepitkan brassclamp pada bagian belakang seam area welding. Fungsi utama Clamp ini sebagai alat cooling pada pipa.

Brass sendiri memang dapat menyerap panas serta menyebarkan ke area yang lain. Pada teknologi hardware, hal semacam ini dinamakan heatsink. Tips ini, plat stainless steel tak akan terlalu panas ataupun mengalami warping.

Oh ya, bahan tembaga ataupun kuningan juga mengindari korosi yang ada. Jepitan bahan besi biasa memang tak boleh dipakai karena dikhawatirkan akan ada percikan api pada area tersebut.

3. Menghindari Alat Berbahan Carbon Steel

Tips lain yang dapat dipakai ialah dengan menjauhkan bahan material atau alat yang punya bahan carbon steel. Bahan CS ini biasanya akan meninggalkan jejak atau bekas pada permukaan pipa stainless steel dan nantinya bisa mudah berkarat. Pastikan lagi kalau area kerja bersih dari partikel carbon steel dan gunakanlah alat khusus biar stainless tetap spotless.

Baca juga : Begini Penampakan Penggunaan Fitting Pipa dan Flange Pipa

Demikian artikel dari kami untuk Anda yang mungkin bertanya apa saja yang harus dipahami saat melakukan pengelasan pada pipa stainless steel. Semoga pembahasan kali ini dapat menambah wawasan kita semua mengenai pengelasan atau welding pipa. Tunggu artikel-artikel yang lainnya dari kami untuk terus meningkatkan pengetahuan mengenai dunia perpipaan.

Yuk, bagikan konten ini
Mau Inquiry? Chat Sales